Luka Kedua
Siang itu matahari terasa seperti dekat
sekali. Meskipun berada di perpus berAC sinarnya yang begitu cerah dan
membara itu sampai kebagian dalam tubuhku. Ingin rasanya untuk minum
meskipun hanya setetes itu sangat berarti dalam kondisi itu. Maklum
tepat jam 12 siang kantin sudah tutup bukan tutup karena disuruh atau
memang waktunya, tapi karena gak ada yang beli lagi, selain yang
berduit. Pak Bejo yang kebetulan lewat depan perpus ku cegat untuk
membelikan es teh di depan sekolah, dengan modus disuruh guru Pak Bejo
menyanggupinya. Fahmi ketua Pramuka di SMA itu hanya tertawa melihatnya,
melihat kejadian itu, Angel si Wakil Ketua OSIS itu tidak terima dengan
prilaku Fahmi. Dengan sigap dia langsung berlari mengejar Pak Bejo dan
meceritakan kejadian yang sebenarnya. Pak bejo yang merasa kesal
langsung melaporkannya pada KepSek, selang beberapa menit Fahmi
dipanggil oleh KepSek. Fahmi yang tidak tau mengapa dipanggil hanya diam
dengan muka sedikit pucat.
“aduh jangan-jangan ada yang ngelaporin?” gumamku dalam hati.
Sesampainnya disana suara keras yang menggelegar ciri khas dari KepSek
SMA itu melayang ketelinga Fahmi. Fahmi yang tidak bisa berbuat apa-apa
hanya terdiam tanpa sepatah kata.
“Melihat Angel tertawa kecil udah pasti dia yang ngelakuin!” gumamku dalam hati.
Fahmi dihukum untuk membersihkan WC selama jam istirahat ketiga dan Angel yang diberi tugas untuk mengawasi pekerjaannya.
“gue tau kamu yang ngelaporin, maksudnya apa ni bisanya cuman ngelaporin doank?” tanya Fahmi dengan muka kesal.
Angel yang melihatnya hanya tertawa kecil sambil melanjutkan membaca buku yang ia pinjam dari perpus.
“ditanya malah diem, aneh gak bisa ngomong ya?”tanya Fahmi dengan nada menyindir.
“enak
aja, emang kamu pikir aku bisu apa, aku cuman males ngomong sama orang
usil kaya kamu!” jawab Angel dengan nada sedikit marah.
“nah coba dari tadi gitu, jawab kalau ditanya, jangan diam aja kaya patung!” Fahmi kembali menyindir.
“kamu tu bisanya nyindir aja, cepet selesaikan biar bisa masuk pelajaran karena kamu aku yang harus nungguin!” jawab Angel.
“huft... jadi cewek kok sukanya marah-marah, lagian kamu juga kan yang ngelaporin.”
“Cepetan, dah capek tau gak sih...!” kata angel.
Jam
istirahat ketiga sudah selesai, Fahmi masih belum selesai membersihkan
toilet. Melihat pekerjaan Fahmi yang begitu lelet Angel merasa kesal,
dengan cepat dia langsung mengambil alat-alat kebersihan, dan ikut
membersihkan toilet. Meskipun dia sebenarnya gak mau,apa boleh buat jam
istirahat telah usai dia belum berada dikelas, sedangkan teman-temannya
sibuk mengerjakan ulangan harian.
Hari
demi hari telah berganti, semenjak kejadian itu Fahmi dan Angel saling
berselisih. Setiap ketemu isinya hanya saling ejek hingga teman-teman
mereka yang melihatnya menjadi bosan. Saat itu tepat jam olahraga
pagi-pagi Fahmi sudah harus berlari-lari di lapangan basket. Masalahnya
sepele Fahmi lupa kalau hari itu agendanya lari dan Fahmi gak pakai
spatu lari, yang Fahmi pake sepatu dinas. Semua warga sekolah tertawa
melihat kejadian itu, iya termasuk si Angel dialah yang teriakannya
paling keras. Selesai olahraga Fahmi kembali dihukum, masalahnya sih
masih sepele, tapi mengundang gelak tawa didalam kelas. Lagi-lagi Fahmi
lupa kalau jam olahraga telah usai dan dia lupa kalu dia belum sempat
mengganti celana kolornya dengan seragam batik. Meskipun dihukum tapi
Fahmi hanya tertawa dengan sedikit malu.
“berlari
keliling lapangan basket sih biasa tapi berlari dengan hanya memakai
kolor itu luar biasa.” Ungkap guru olahraga yang menghukum Fahmi tadi.
Lagi-lagi
seluruh kelas kembali dihebohkan dengan kejadian Fahmi, banyak siswa
yang mengambil gambar Fahmi saat berlari itu, lalu mempostingnya di
media sosial. Banyak yang memperbincangkan Fahmi, termasuk si Angel
dialah yang paling banyak menyebarkan gosip ½ fakta itu. Sejak
bermunculan foto-foto itu Fahmi menjadi semakin tenar, bahkan
foto-fotonya menjadi trending topik di MedSos.
“bro lu jadi trending topik ni di MedSos!” ungkap Doni(temen Fahmi) sambil menyodorkan Hpnya.
“masa?” tanya Fahmi.
“iya, foto yang lu lari-larian dilapangan itu jadi trend!” ungkap Doni.
“haha, bagus deh kayaknya aku harus berterima kasih sama yang udah bikin aku jadi tenar” ungkap Fahmi
Siang itu angel yang duduk sendiri, dikejutkan dengan kedatangan Fahmi dengan membawa 2 buah ice cream ditangannya.
“ni buat kamu!” ungkap Fahmi sambil menyodorkan ice creamnya.
“Untuk
apa ni, tumben kok ngasih aku ice cream biasanya juga kasih ejekan,
jangan-jangan udah dikasih racun atau bahan lainnya?” tanya Angel dengan
penuh keheranan.
“engak ada apa-apanya kok, aku cuman mau terima kasih, udah buat jadi terkenal!”. Ungkap Fahmi.
“aneh
ya orang-orang tu, bermaksud untuk menjelekkan kamu malah pada suka?”
ungkap Angel dengan muka cemberut. “tapi bukan berarti dengan ice cream
ini perselisihan kita selesai!.
“ea, aku udah nebak pasti kamu mau ngomong gitu, capek tau berselisih terus mending kita temenan aja.! Ungkap fahmi.
Suasana-nya mulai mendingin meskipun siang itu terasa panas tapi
rasanya seperti berada dikamar dengan fullAC. Angin berhembus dengan
lembut seakan sudah mengerti dengan perasaan Fahmi. Angel hanya terdiam
dengan suasana itu, tapi seakan-akan hatinya seperti terdorong
jantungnya berdetak kencang saat Fahmi memegang tangannya. Dengan
hati-hati dan lembut angel melepaskan tangan Fahmi.
“mau gak jadi pacarku...?” tanya Fahmi.
Pertanyaan
itu mengagetkan Angel, dengan penuh keheranan dia langsung memalingkan
wajahnya. Keringat dingin mulai bercucuran, keringatnya seakan
mengingatkannya pada soal ulangan MTK. Seakan tak peduli dengan suasana
Angel, dia menanyakan hal yang sama berulang kali. Pikiran Angel menjadi
kosong tapi perasaannya terisi penuh dengan tanda tanya apa yang harus
ia jawab.
“boleh, tapi ada syaratnya!” jawab Angel sambil memikirkan caranya.
“ok, apa...?” tanya Fahmi.
“ini
syarat pertamanya, bisakah kamu membuat semua murid baru disekolah ini
aktif dalam semua kegiatan disekolah ini.?” Ungkap Angel dengan wajah
sedikit yakin.
“bisalah kamu lupa
siapa aku, aku ini ketua umum pramuka sekaligus ketua disemua cabang
eskul! Hahaha, gitu aja mah kecil.” Jawab Fahmi dengan sangat yakin
Pagi itu upacaranya cukup lama, hingga murid-murid banyak yang pingsan.
Semua organisasi sekolah direpotkan karena kejadian itu. Fahmi dan
teman-temannya membuat inisiatif membuat tandu, dalam waktu singkat
tandu selesai dibuat dan banyak membantu murid yang pingsan. Setelah
upacara selesai Fahmi langsung menjalankan misinya untuk mendapatkan
hati angel, Fahmi berkeliling dari kelas ke kelas. Sampailah Fahmi
dikelas terakhir, kelas terpojok dan bisa dibilang kelas paling hancur
bahkan guru-guru sampai males masuk ke kelas itu. Awalnya Fahmi ragu
saat masuk ke kelas itu, tapi berkat bantuan teman-temannya Fahmi
memberanikan diri. Saat itu yang terjadi seperti halnya sebuah sihir
entah kenapa mereka semua diam saat Fahmi memasuki kelas dan mulai
berbicara. Sejak kejadian itu banyak siswa dari kelas itu mulai taat
pada peraturan dan kelas itu mulai membaik tiap harinya.
“salut deh buat perjuangannya, tapi banyak yang patuh gk ya?” gumam Angel dalam hati.
Setelah beberapa hari EXSKUL disekolah itu mulai aktif. Hari itu tepat
hari sabtu, Fahmi sengaja pulang agak sore karena masih ada urusan di
kantor. Saat berjalan dilorong menuju ke kantor, dia melihat Angel
sedang melamun di parkiran dengan segera di menghampirinya.
“hai ngel, ngelamun aja kerjaannya?” tanya Fahmi dengan menepuk pundak Angel.
Sapaan itu mengagetkan Angel, seketika lamunannya buyar.
“eh, enggak cuman nunggu temen!” jawab Angel.
“hemb, bukannya udah gak ada motor selain motorku ya, kan udah pada pulang semua!” jawab Fahmi.
“eh iya..?” sambil melihat sekeliling.
“gak ada jemputan ya, bareng gak mumpung gratis ni besok-besok harga naik?” tanya Fahmi dedikit menyindir.
“gak usah, aku bisa jalan kok, lagian kamu kan masih ada urusan di kantor!” jawab Angel sambil berjalan meninggalkan Fahmi.
Dengan sigap Fahmi langsung menyalakan motornya dan menghampiri Angel.
“ayo naik, rumah kamu kan jauh nanti kecapekan siapa yang repot!”
“siapa..?” tanya angel.
“kamu lah, kan yang jalan kamu, bukan aku!” jawab Fahmi dengan nada menyindir.
“kamu mah gitu, nyindir doank bisanya!”
“ayo naik kesorean ntar!” ungkap Fahmi.
“ya, jangan ngebut ya!” dengan muka sedikit kesal.
“iya, pegangan yang kenceng hehe!”
“tu kan udah mulai genitnya!” jawab Angel.
Sore itu merupakan hari bahagia bagi Fahmi, dalam hatinya dia
berbunga-bunga. Mereka berkeliling kota sebentar sembari melihat
pemandangan kota disore hari. Awalnya Fahmi ingin makan sebentar tapi
berhubung sudah terlalu sore mereka langsung pulang.
“ntar malem ada acara gak?” tanya Fahmi.
“gak, emang kenapa?” jawab Angel.
“jalan yuk!” ungkap Fahmi.
“iya, aku pikir-pikir dulu!” jawab Angel.
Tepat
pukul 7 malam masih belum ada kabar dari Angel. Fahmi mulai gelisah,
dengan cepat dia langsung berganti pakaian. Kesabarannya mulai hilang
dengan cepat ia menuju kerumah Angel. Sesampainya disana Fahmi kaget dan
merasa terpukul, perasaannya berubah tak karuan.
“ya
tuhan, kenapa kejadian yang sama terjadi kepadaku lagi, inikah yang
disebut luka kedua!” gumam Fahmi dalam hati dengan perasaan kesal.
Tapi
hati fahmi bisa berubah cepat sekeras batu dalam sesaat, dia berpaling
dan meninggalkan angel yang sedang berduaan dengan cowoknya. Kejadian
ini membuat fahmi menjadi semakin trauma, dia takut akan terjadi lagi
yang namanya luka ketiga. Setelah beberapa hari fahmi membuat surat
kepada angel yang dikirimnya dari negara lain. Selang beberapa hari
angel menerimanya dan membacanya dengan penuh tanda tanya.
“to Angel
Hy
ngel, masih ingat gak sama aku orang yang pernah nembak kamu dibawah
pohon cemara itu yang sampai saat ini belum kamu balas. Mungkin kamu
udah lupa, soalnya kamu sibuk ngurusin cowokmu yang gak pernah kamu
ceritain itu. Kamu tau gak sih ngel hari dimana aku ngajak kamu jalan
hari itu sebenernya aku sangat terpukul karna sifatmu yang egois. Kamu
bilang mau ngasih kabar, tapi yang kudapat kamu malah berduaan dengan
cowokmu itu. Mungkin kalau waktu itu kamu sadar akan perbuatan mu, dan
memberitahukan yang sebenarnya ke aku, mungkin aku gak ngirim surat ini.
Mungkin aku masih diIndonesia kumpul sama temen-temen tapi karena ke
egoisan mu semuanya hilang. Jabatan dan pangkatku telah kurelakan karena
kamu, aku gak mau aku terluka lagi. Kukira kamu cewek baik ternyata aku
salah, aku tertipu oleh parasmu dan ahklakmu. Bye angel semoga tuhan
menyertaimu.
From Fahmi”
Setelah surat itu selesai dibacanya Angel merasa menyesal dan tak bisa berkata apa-apa.
cerita remaja| luka kedua
Reviewed by Panji Tektok
on
Mei 06, 2016
Rating:
Tidak ada komentar: