Search Bar

banner image

Karnafal in LOVE

Karnafal in LOVE

Malam itu begitu cerah, bintang-bintang dibawah kepemimpinan cahaya yang biasa tertutup kabut malam. Negeri diatas awan, dengan ketinggian yang melebihi 2000 mbdpl, cukup untuk membuat kabut setia bergelut dengan udara yang begitu dingiin dimalam hari. Menutupi pancaran sinar bintang hampir disetiap malam-nya.
Dini, remaja berusia 15 tahun yang baru saja datang dari jauh. Pulang ke kampung halaman untuk melanjutkan studi ditanah kelahiran. Seperti yang diharapkan sejak lama oleh Dini dan orang tua-nya. Dini duduk mengenakan sweater ketika aplikasi blackberry mesenger di smartphone-nya berbunyi. Terlihat ada invitetion baru. Dari display namanya sih dia ngak kenal siapa orang itu, karena penasaran dini pun mengACC undangan itu. Selang beberapa menit suara yang sama pun berdering kembali. Ping!!!Merah dari cowok tidak dikenal itu pun terlihat. Rasa penasaran pun menggeluyuti Dini, siapa sebenernya cowok ini. Dibalasnya dengan dengan jawaban,”iya,siapa?” Tulisnya.
Tanpa menunggu waktu lama D biru langsung berubah menjadi R hijau dalam waktu yang relatif singkat. “ya oranglah, masa kucing” jawab si cowok dengan display nama Riky Saputra itu. Perkenalan ini membutuhkan percakapan yang cukup panjang, jiwa humor antara keduanya, membangun percakapan menjadi asik dan berwarna. Sepertinya kesamaan sifat antara keduanya membuat nyaman satu sama lain. Butuh waktu berjam-jam hanya untuk mengetahui siapa nama cowok itu. Ternyata display nama itu adalah nama asli cowok itu.“aku Andini biasa dipanggil Dini,”jawabnya setelah ditanya balik siapa nama Dini. Percakapan terus berlanjut hingga Dini tak kuat menahan kantuk yang menyergap kedua bola matanya ia pun menyudahi chat itu dengan ucapan”good night, hnd ya”.
Ping merah dilengkapi dengan tiga tanda seru itu tak pernah lupa di setiap pagi,siang,sore, dan malam Dini. Ya dari orang yang masih sama yaitu Riky. Dari chat sebelumnya Dini tahu kalo dia anak SMA tetangga kelas 12 yg sama sama berjurusan matematika dan ilmu alam. Sejak saat itu panggilan mereka berubah menjadi kakak-adek. Komunikasi mereka berjalan baik sejauh ini. Tapi mereka belum pernah bertemu sekalipun. Ya meskipun demikian, Dini yang tak pernah melihat sosok lelaki itu pun merasa nyaman dengan cowok yang satu ini. Rasa rindu pun akhirnya menghampiri Dini saat sehari putus komunikasi. Entah mengapa Dini merasa menemukan sesuatu dalam diri kak Riky. Ketiadaan kedua orang tua disamping Dini membuat keberadaan kak Riky berasa begitu berarti sekarang.
Satu bulan sudah keduanya saling mengenal. Saling berbagi tawa, berbagi cerita lama, berbagi semangat. Diantara keduanya seakan tak ada sedikitpun yang tersembunyi. Namun seperti udara yang tak selalu bersih,jaringan internet pun sama.
“dek, kakak boleh minta nomer hp adek kan. Paketan kakak hampir habis.”Ucap Riky yang diutarakan melalui bbm itu.
”ooh iya kak, bentar lagi tak send ya”.Balas Dini setelah dibacanya pesan itu.
”dek besok kayaknya gak bisa chatingan deh!”.
“lho emank kenapa kak?”,tanya Dini setelah membaca pesan dari kak Riky.
”aku gak punya pulsa dan paketan ku juga habis”.
“ya udah deh gak apa-apa, kan masih bisa dilanjutiin kapan-kapan.” Jawab Dini menenangkan.
“tapi pasti kangen dek”.ucap kak Riky.
“kangen?” Dini bertanya apa maksud dari pesan itu.
“ya kangen chatinganya lah dek, apalagi”
“ngapain dikangenin kak, toh juga chat biasa aja kan”.jawab Dini.
“tapi tetep kangen dek”.
Percakapan berlanjut hingga larut malam, entah apa yang mereka bicarakan namun semuanya terasa asyik sekali. Meskipun Cuma hal sepele yang diperbincangkan. Hingga akhirnya dini tak sengaja tertidur.
“Kak” tulis dini untuk kesekian kalinya. Sudah dua hari kak riky gak ngasih kabar. Jangankan ngasih kabar bales pesan yang dikirim Dini pun gak sempet. Ya kalau pun dibales Cuma iya,oh,hm,. Ini membuat dini kocar kacir nggak karuan. Otak yang sudah terpola dengan *dopamine (prasaan bahagia terhadap sesuatu) yang sangat kuat tiba-tiba harus mencari penyebab perubahan pola itu. Pada kondisi ini Dini ngak pernah konsentrasi dikelas. Ucapan selamat pagi yang biasanya udah gak ada lagi. Mendadak banget, nggak ada lagi. Dini tak henti-hentinya nyetalking akun facebook milik kak Riky. Dari sanalah dini tau kalau sebenarnya kak Riky sudah memiliki cewek, gadis cantik berhijab itu bernama RAISYA SALSABILA. Setelah melihat akun facebook kak Riky, Dini pun seperti sudah tak berdaya, dikala siang Dini merasa seperti mayat berjalan, kurang konsentrasi, suka uring uringan gak jelas dan selalu murung. Dini yang punya kepribadian super aktif ini mendadak sering diam dan menyendiri, jarang makan dan tidur larut malam. Sampai suatu saat dini jatuh sakit, teman sekelasnya Ines yang penasaran mengunjungi Dini dan bertanya apa yang membuat dini mejadi berubah.
“Din kamu kenapa?,akhir akhir ini kok kamu banyak diem, jarang makan sampe jatuh sakit gini, apa ada masalah kah sama Riky?”. Tanya ines yang sudah merangkai pertanyaan selama perjalanan tadi.
“tolong, jangan bahas kak Riky lagi ya ku udah capek!”. Balas Dini dengan suara datar.
“tuh anak kenapa sih?” Ines bergumam dalam hatinya. Dini menjadi teman baiknya selama SMA. Perubahan sifatnya itu membuatnya serba salah. Semenjak itu Dini sering tidur dikelas, ia juga cenderung malas beraktifitas. Terutama makan, sepertinya ini juga yang membuat Dini terkena penyakit asam lambung. Psikis Dini mempengaruhi produksi hormon ditubuhnya. Hormon adrenalin cenderung diproduksi lebih banyak dari biasanya. Karenanya Dini jadi emosian dan labil.
Saat itu Dini sedang membaca buku yang dipinjamnya dari perpustakaan ketika segerombolan anak yang biasanya terlihat mengawal kegiatan sekolah masuk dikelasnya. Pengurus OSIS mengumumkan tujuan mereka datang kekelas Dini, yaitu untuk merekrut pengurus osis baru periode 2014/2015. Dini yang ingin menyibukkan diri pun mendaftarkan diri. Berbagai tahap seleksi pun di lewatinya, mulai dari tes tertulis hingga akhirnya lolos ke tes wawancara. Sainganya wah super sekali, kebanyakan dari mereka berasal dari SMP kota yang lebih akan pengalaman. Sedangkan Dini hanya murid sekolah pinggiran yang belum pernah bergelut dengan keOSIS-an. Tapi siapa yang menyangka kalau Dini dapat masuk ke jajaran orang-orang yang berhasil masuk mejadi pengurus OSIS periode baru ini. Sesuai dengan yang diharapkan Dini, kesibukan yang dicarinya akhirnya pun tiba. OSIS periode baru dipercaya menangani karnaval yang diadakan oleh kabupaten. Semua yang dibutuhkan dipersiapkan oleh OSIS dengan sangat sungguh-sungguh. Pulang sore sering meninggalkan pelajaran untuk mengurus kegiatan ternyata cukup ampuh untuk membuat dini lupa akan sosok kak Riky. Sudah dua minggu sejak perubahan sikap kak Riky, akhirnya dini sudah 79% move on dari sosok Riky. Sudah tidak ada rasa sakit saat mendengar namanya. Sudah bisa tidur normal, sudah bisa tersenyum seperi biasanya. Ines yang melihatnya sangat bahagia. Dini juga sudah mulai bisa menceritakan apa yang terjadi antara dia dan kak Riky.
Pagi ini mentari tersenyum begitu lebar. Ia begitu ramah menyapa penduduk bumi. Dengan sinarnya ia membagikan kehangatannya. Pukul 06:30 WIB Dini sudah bersiap dengan T-Shirt khas sekolahnya. Dengan flatshoesnya ia melangkah dengan pasti menuju tempat berkumpul para anggota yang akan mengikuti karnaval pelajar ini. Sekitar 15 menit Dini menghabiskan waktunya menyusuri jalanan kota yang sudah mulai dipadati para pekerja yang hendak berangkat ke tempat kerja mereka masing-masing. Entah kenapa angkutan umum yang ia naiki serasa lebih indah dari biasanya. Semangatnya begitu menggebu saat memasuki daerah karnaval berhubung acaranya dilakukan di alun alun kota warga pun antusias menyaksikannya. Bagi Dini hari itu merupakan hari bahagia baginya karena sudah 100% move on dari kak Riky. Acaranya berlangsung meriah, sampai terik matahari menghampiriku seakan ingin membakar tenggorokan, rasa haus pun ikut datang menghampiri dibelinya segelas air di warung dekat alun alun. Tiba-tiba semangatku pun pupus,semangat yang telah dibangun selama ini hilang dalam sekejap setelah seorang lelaki dengan jas hitam dan kamera di tangannya menghampiri, dialah kak riky. Ingin rasanya menghindarinya tapi apa daya tanganku sudah terlanjur ditariknya.
“mau kemana?” Tanya kak Riky.
“owh mau balik ke karnaval, masih banyak tugas ni” Jawab Dini sambil melepas tangan kak Riky.
“cepet banget, ikut aku yuk!” ajak kak Riky.
“kemana?” tanya Dini
“jalan-jalan, aku tau kamu lagi gak sibuk, aku udah tanya sama OSIS sekolah mu kalau kamu lagi gak sibuk!” jawab kak Riky dengan suara yang lembut.
“duh aku harus apa ni, coba aja ada Ines pasti bisa dijadiin alasan,” pikir dini dalam hati. Selang beberapa saat kak Riky bertanya lagi “jadi jalan gak”. Tanpa ada beban dini menyanggupinya dengan perasaan bimbang. Mereka berdua berjalan menyusuri alun-alun kota.
Mereka berbincang bincang selama perjalanan tentang karnaval, sampai tanpa sengaja Dini bertanya tentang pesannya yang terahkir di bbm-nya. Kak Riky hanya terdiam tanpa sepatah kata pun. Dini merasa keheranan dengan sikap kak Riky yang tiba-tiba diam setelah ditanya hal itu. Kak Riky mengajak dini untuk istirahat sebentar dibawah pohon yang rindang di seberang jalan alun-alun. Kak Riky masih terdiam sambil sesekali mengambil gambar dengan kameranya. Dini yang merasa keheranan sudah tak kuat dengan perasaannya, untuk kedua kalinya dia bertanya dengan pertanyaan yang sama.
“waktu terakhir kali kita bm-an, malam itu aku sebenernya ingin bertanya, kenapa kok kita gak bisa saling chatingan padahal pulsa ada apalagi kuota,?” tanya dini.
Kak Riky masih terdiam, setelah beberapa menit kak Riky meneteskan air matanya, sesekali dia usapnya dengan sapu tangan yang aku berikan.
“kenapa kak, kok tiba tiba nangis?” tany Dini.
“sebenernya dari tadi kakak pengen nangis setelah kamu tanya kaya gitu, tapi kakak coba tahan, ternyata kakak gak kuat.”jawab kak Riky sambil tersenyum kecil menutupi tangisannya.
“kenapa kak,gak kuat kenapa, ada apa dengan pertanyaan ku?” tanya dini.
“waktu terakhir kita chat, pada malam itu juga kakak kehilangan orang yang kakak kasihi, tepat pukul 22:31 setelah kita berhenti chat kakak dapet kabar kalau pacar kakak telah meninggal karna kanker otak, kakak coba beri alasan ke kamu kalau pulsa kakak habis itu gak bener, kakak cuman gak pengen diganggu dalam tenggang waktu itu” jawab kak Riky.
Mendenggar ceritanya Dini merasa haru dan turut berduka cita, tapi Dini masih sedikit kesal karena telah dicuekin.
“ya kak Dini ngerti sekarang apa yang kakak rasain waktu itu, tapi status kakak, yang kakak sedang heppy dengan pacar kakak itu apa?”tanya dini.
“owh status itu, status itu dibuat oleh temen-temen kakak yang bermaksud menghibur kakak, lewat akun kakak, bukannya terhibur eh kakak malah keinget lagi, setiap minggu kakak selalu mendatangi kuburnya untuk mengghibur diri dan menyanyikan lagu kesayangannya berharap dia kembali untuk menyanyikanya bersama kembali!” jawab kak Riky dengan senyum barunya. Melihat keadaan kak riky yang tengah bersedih Dini menghiburnya dengan menyanyikan sebuah lagu,...
“butterfly terbanglah tinggi, setinggi anganku untuk meraihmu, memeluk batinmu, yang sempat kacau karna merindu, butterfly fly so high, as high as hopes i pray, to come and reach for you, rescuing your soul, that previous messed up tauching me and you”
Kak Riky yang mendengarnya tersenyum lebar, lagu yang dinyanyikan Dini membuat suasana kak Riky berubah menjadi ceria.
“masa cuman senyum aja tepuk tangannnya mana,?” tanya Dini dengan muka cemberut.
“hahahaha... ,aku sih yes, kalau kamu gimana dan...!” dengan menirukan logat anang hermansyah, Sambil bertepuk tangan. Dini pun ikut tertawa mendengar ucapan kak Riky, perbincangan mereka berlanjut hingga sore, sampai mereka hampir lupa kalau ada karnaval. Sesampainya disana acaranya masih ramah tamah antar warga sekolah dengan pengurus kota, acara berlanjut hingga makan-makan, sambil di iringi band-band top indonesia. Acara yang begitu meriah itu mengundang antusias warga yang meramaikan malam itu dengan tawa dan suka cita, acara malam itu di tutup dengan penampilan seluruh pengisi acara. Hari berganti hari keadaan mulai membaik kembali. Semua berjalan seperti biasa Dini dengan keesehariannya, dan kak Riky juga. Tapi yang spesial kak Riky dan Dini sekarang berhubungan dengan status lebih dekat dari seorang sahabat.
Karnafal in LOVE Karnafal in LOVE Reviewed by Panji Tektok on Mei 06, 2016 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.